TUGAS dan akan menjadi kunci dari bertahan hidup

TUGAS AKHIR

MAKALAH TAHAP PERSIAPAN BERSAMA

Diajukan untuk memenuhi nilai mata kuliah Bahasa
Indonesia dan Pendidikan Agama

 

PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH

Unaisah Azzahra                     120110170008

 

 

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2017

KATA
PENGANTAR

 

            Puji
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat-Nya, makalah ini
dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini disusun sebagai pemenuhan
nilai mata kuliah Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama.

            Sebagai
suatu makalah yang tidak sempurna, harap dimaklumi bila ada kesalahan dalam
penulisan. Penulis juga memberikan apresiasi serta rasa terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.

            Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya. Penulis menyadari bahwa
makalah ini terdapat banyak kesalahan. Maka, penulis menginginkan kritikan
serta saran yang dapat membantu serta bersifat membangun.

 

 

Jatinangor, 15 Desember 2017

 

 

            Penulis

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 
KATA
PENGANTAR ……………………………………………………………….……1
DAFTAR
ISI ………………………………………..…………………………………….2
BAB 1 : PENDAHULUAN
1.1.  
Latar Belakang ……………………………………………………………………3
1.2.  
Rumusan Masalah ………………………………………………………………..3
1.3.  
Tujuan penulisan …………………………………………………………………4
 
BAB 2 :
PEMBAHASAN
 
2.1    
Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli dan KBBI ……………….…………..5
2.2    
Kewajiban Manusia untuk Berpendidikan ………………………………………..5
2.3    
Faktor penyebab pendidikan kurang atau tidak berhasil …………………………7
2.4    
Standar dan parameter pendidikan yang berkualitas …………………………….
2.5    
Solusi menjadikan pendidikan yang berkualitas …………………………………
 
BAB 3 :
PENUTUP
 
3.5    
 
 
 
 
 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1             
Latar
Belakang

 

            Zaman
terus berkembang, manusia harus bisa bertahan hidup dengan adanya perkembangan
zaman yang terus terjadi. Dalam bertahan hidup, manusia perlu dan sangat
membutuhkan yang namanya pendidikan. Dimana pendidikan harus dipelajari dan
akan menjadi kunci dari bertahan hidup di zaman ini.

            Di
Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, akan
memberlakukan program wajib belajar 12 tahun yang sudah di mulai Juni 2015.
Program ini akan mewajibkan setiap warga negara Indonesia untuk bersekolah
selama 12 tahun pada pendidikan dasar dan menengah, yaitu dari tingkat kelas 1 hingga
kelas 6 di Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dilanjutkan
tingkat kelas 7 hingga kelas 9 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Madrasah
Tsanawiyah (MTs). Diteruskan ke tingkat kelas 10 hingga kelas 12 di Sekolah
Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

            Dengan
begitu, setiap warga negara Indonesia sudah berhak dan wajib mendapatkan
pendidikan. Akan tetapi, banyak warga negara Indonesia masih tidak
berpendidikan. Mengapa bisa demikian? Karena kurangnya kulitas pendidikan yang
ada di Indonesia. Bukan hanya pendidikan yang ada di Indonesia saja, tetapi
masih banyak pendidikan di negara berkembang lainnya juga tidak memiliki
kulitas pendidikan yang baik. Sehingga, untuk menjadikan sebuah negara memiliki
sumber daya menusia yang berkualitas tentu dengan cara memperbaiki pendidikan
yang ada.

 

1.2             
Rumusan Masalah

 

1.       
Pengertian pendidikan menurut para ahli dan Kamus Besar Bahasa Indonesia

2.       
Kewajiban manusia untuk berpendidikan

3.       
Faktor penyebab pendidikan kurang atau tidak berhasil

4.       
Standar dan parameter pendidikan yang berkualitas

5.       
Solusi menjadikan pendidikan yang berkualitas

 

1.3             
Tujuan Penulisan

 

1.       
Mengetahui definisi pendidikan

2.       
Mengenal kewajiban manusia untuk berpendidikan

3.       
Mengetahui faktor penyebab pendidikan kurang atau tidak berhasil

4.       
Mengetahui standar dan parameter pendidikan yang berkualitas

5.       
Mengetahui solusi untuk menjadikan pendidikan yang berkualitas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1             
Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli dan KBBI

 

            Banyak para ahli mengartikan kata
“pendidikan” ini. Salah satu tokoh yang mengutarakan pengertian pendidikan ini
adalah Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hadjar Dewantara atau Raden Mas
Soewardi Soerjaningrat. Menurutnya, pendidikan adalah daya-upaya untuk
memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran
(intelek) dan tubuh anak, dalam rangka kesempurnaan hidup dan keselarasan
dengan dunianya. Pendidikan itu membentuk manusia yang berbudi pekerti,
berpikiran (pintar, cerdas) dan bertubuh sehat. (Ki Hadjar Dewantara, 1962)

            Kemudian tokoh lain yang
mengutarakan pengertian pendidikan, yaitu Ahmad D. Marimba. Ahmad D. Marimba
adalah sorang penulis buku Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Menurutnya, pendidikan
adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan
jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. (Ahmad D. Marimba, 1987)

            Selain tokoh Indonesia, banyak tokoh
luar negeri juga ikut dalam mengutarakan pengertian pendidikan, seperti John
Dewey, Paulo Freire, Crow dan Crow, bahkan Aristoteles. Sedangkan pengertian
pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah dari kata dasar “DIDIK”
yang dalam bentuk kata kerja “MENDIDIK”, berarti memelihara dan memberi latihan
tentang akhlak dan kecerdasan pikiran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
pendidikan adalah kata benda atau noun. Secara bahasa definisi pendidikan adalah
proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

 

2.2             
Kewajiban Manusia untuk Berpendidikan

 

            Sudah seharusnya pendidikan menjadi
kebutuhan primer bagi setiap manusia. Tanpa pendidikan manusia tidak akan bisa
mengendalikan diri, mengatur orang lain ataupun menata alam sekitar. Tapi dengan
pendidikan kita bisa mengetahui sesuatu yang tidak diketahui menjadi tahu dan juga
kita bisa meningkatkan potensi diri serta cara berpikir kita. Pentingnya
pendidikan sudah banyak dijelaskan oleh setiap aspek kehidupan. Bahkan
mendapatkan pendidikan yang layak sudah dijadikan kewajiban bagi setiap negara
di dunia yang ingin memiliki sumber daya manusia yang berkualitas karena pendidikan
adalah pilar utama dalam kemajuan sutu bangsa. Tanpa pendidikan negara akan hancur
disamping bidang lainnya. Apalagi dalam agama, setiap agama juga mewajibkan
umatnya untuk memperoleh pendidikan. Bukan hanya pendidikan pengetahuan umum
saja, tapi juga pendidikan agama.

            Dalam agama Islam, pendidikan atau
menuntut ilmu sudah ditekankan sejak ayat pertama Al-Quran diturunkan oleh
Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw. Ilmu itu sangatlah penting, karena ilmu
merupakan kunci dari kebahagiaan dunia dan di akhirat. Dalam suatu riwayat dikatakan,
“Kalau mau bahagia di dunia haruslah dengan Ilmu, Kalau mau bahagia di akhirat
juga dengan Ilmu, Kalau mau bahagia di dunia dan di akhirat juga dengan Ilmu”.
Disini ditekankan bahwa ilmu itu sangat penting dan utama. Islam juga
memerintahkan umatnya untuk berpendidikan bukan hanya sampai di bangku sekolah
saja, melainkan hingga akhir hayatnya. Maka dari itu, umatnya diwajibkan untuk
mencari ilmu baik itu laki-laki maupun perempuan. Nabi Muhammad juga pernah
berkata sebelumnya, dalam hadist beliau berkata : Hisyam bin ‘Ammar menceritakan kepada kami, Hafs bin Sulaiman
menceritakan kepada kami, Katsir bin Syindzir menceritakan kepada kami dari
Muhammad bin Syirin, dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah SAW. bersabda :
“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim, dan orang yang meletakkan ilmu pada
selain ahlinya bagaikan menggantungkan permata mutiara dan emas pada babi
hutan”. (HR. Ibnu Majjah).

            Dalam hadist sudah dijelaskan bahwa
menuntut ilmu itu wajib a’in hukumnya. Islam juga akan memberikan ganjaran yang
setimpal jika umatnya menuntut ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain.
Seperti diberikan derajat yang tinggi disisi Allah SWT, diberikan pahala yang
besar di hari kiamat, sedekah yang paling utama, diberikan pahala seperti orang
yang sedang berjihad dijalan Allah SWT. Bisa dikatakan bahwa orang yang berilmu
dan bermanfaat bagi orang lain lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dengan
seorang ahli ibadah, tentunya dengan diikuti oleh keimanan dan ketakwaan.

2.3       Faktor
Penyebab Pendidikan Kurang atau Tidak Berhasil

 

            Negara negara di dunia masih banyak yang
tidak memiliki pendidikan yang baik atau diatas standar internasional. Dilihat
dari segala aspek, pendidikan yang kurang atau bahkan tidak berhasil
dikarenakan oleh