Jaman Bahkan beberapa menambahkan hari Sabtu menjadi hari

Jaman sekarang ini
banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang menerapkan sistem belajar 5 hari dalam
seminggu dan memakai waktu 8 jam per harinya. Yang biasa kita lihat adalah
sekolah dari jam 7 pagi hingga jam 3 sore. Sekolah-sekolah khususnya SMA Negeri
memakai sistem ini. Bahkan beberapa menambahkan hari Sabtu menjadi hari efektif
sekolahnya. Sementara di lain sisi, beberapa SMA Swasta menerapkan sistem yang
berbeda dengan negeri. Karena hal ini pastinya ada perbedaan yang dirasakan
oleh siswa-siswa sendiri dalam berbagai hal seperti waktu bermain, waktu
belajar bersama, dan waktu-waktu di luar sekolah lainnya.Bersekolah di sekolah
swasta yang menerapkan sistem sekolah yang berbeda, penulis punya pengalaman
yang berbeda dari teman-teman penulis yang bersekolah di sekolah negeri. SMA
penulis adalah SMA yang menerapkan sistem belajar 6 hari dalam seminggu dan
punya waktu yang berbeda-beda tiap harinya. Di hari Senin, Jumat, dan Sabtu
penulis bersekolah dari jam 7 hingga jam 12 siang sedangkan hari Selasa sampai
Kamis Penulis bersekolah dari jam 7 hingga jam 2 siang. Sistem ini sangat
penulis rasa nyaman karena penulis punya waktu di luar kelas yang banyak dan
penulis dapat berlatih membagi waktu dengan baik, kapan harus main dan belajar.
Tentu dengan waktu yang berbeda ini penulis punya waktu istirahat yang lebih
banyak daripada teman-teman penulis yang bersekolah di negeri. Setelah penulis
tanyakan ke teman-teman penulis yang bersekolah di negeri, mereka sangat tidak
suka dengan sekolah 6 hari karena menurut mereka Sabtu bukan hari sekolah dan
seharusnya hari istirahat. Tetapi dengan jam belajar setiap harinya yang lebih
sedikit penulis dan siswa-siswa di SMA penulis punya tantangan dalam pembagian
waktu yang bisa jadi terlalu banyak main. Itu merupakan konsekuensi bersekolah
di sekolah yang punya jam belajar per harinya lebih sedikit. Tapi itu merupakan
salah satu cara kita bisa berkomitmen dalam mengelola waktu kita. Penulis
pertama kali berpikir bahwa sekolah yang menerapkan sistem sehari 8 jam ini
hanya akan menjenuhkan siswa saja. Tetapi setelah banyak bertanya kepada teman
akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa yang berpengaruh adalah bagaimana
cara siswa tersebut membagi waktunya dalam belajar. Sekolah penulis adalah SMA
Kolese Gonzaga yang berada di Jakarta. SMA penulis tersebut terhitung mulai tahun
ajaran 2017/2018 sudah menggunakan sistem belajar yang berbeda dan di hari
Sabtu sudah tidak masuk tetapi pelajarannya ditambah tetapi tetap tidak ada
yang sampai jam 3 sore. Menurut penulis bersekolah dengan sistem masuk Sabtu
dan bersekolah lebih sebentar atau <8 jam lebih efektif yang <8 jam karena banyak yang bisa di dapat dan bisa menambah kepandaian kita membagi waktu serta lebih menghemat tenaga dibanding 8 jam per harinya. III.            Kesimpulan Penerapan sistem belajar 8 jam mempunyai perbedaan dengan sistem belajar kurang dari 8 jam. Selain di jam sekolah adapun perbedaan di bidang non akademis seperti pembagian waktu bermain dan belajar. Setelah penulis simpulkan, penerapan belajar 8 jam lebih membuat siswa letih sehingga saat sampai di rumah dapat menjadi lebih tidak produktif dibanding yang bersekolah kurang dari 8 jam.

x

Hi!
I'm Freda!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out