BAB dan menghubungkan dialog antara perusahaan dan konsumen

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

2.1 Digital Marketing

            Menurut Ridwan Sanjaya & Josua
Tarigan (2009:47), digital marketing
adalah kegiatan branding yang menggunakan berbagai media berbasis web seperti
blog, website, email, maupun media sosial. Tentu saja digital marketing bukan
hanya berbicara tentang marketing internet.          Perkembangan
dari digital marketing melalui web, telepon genggam, dan perangkat games,
menawarkan akses baru periklanan yang tidak digembor-gemborkan dan sangat
berpengaruh.

Digital marketing ialah penggunaan
internet dan penggunaan teknologi interaktif lain untuk membuat dan
menghubungkan dialog antara perusahaan dan konsumen yang telah teridentifikasi
(Coviello, 2001:26)

 

2.2 Potensi e-commerce di Indonesia

            Indonesia saat ini sudah masuk dalam era
digital akibat kemajuan teknologi dan industri. Hal tersebut membuat e-commerce diyakini dapat menjadi bagian
penting pertumbuhan ekonomi global. Di Indonesia, perkembangan e-commerce tidak lepas dari pengguna
internet. Menurut Asosiasi Jaringan Internet Indonesia (APJII), sepanjang tahun 2016 tercatat 132,7
juta orang Indonesia telah terhubung ke internet. Dapat kita simpulkan bahwa
data tersebut meningkat signifikan dari 93,4 juta jiwa (2015), serta angka 88,1
juta jiwa pada tahun 2014. (http://tekno.kompas.com/reas/2016/10/24/15064727/2016.pengguna.internet.di.indonesia.capai.132.juta).

            Potensi e-commerce di Indonesia sendiri terlihat dari 77% pengguna internet
di Indonesia digunakan untuk mencari informasi produk dan berbelanja online. Selain itu jumlah pelanggan online shop mencapai 8,7 juta orang dan
nilai transaksi yang mencapai US$ 24,6 miliar pada tahun 2016. Ini meningkat
dibandingkan tahun 2015 yang hanya sebesar US$ 12 miliar. Dan akan terus
diproyeksikan meningkat tajam sebesar US$ 130 miliar pada tahun 2020 mendatang
(http://m.beritasatu.com/digital-life/398025-2016-nilai-ecommerce-indonesia-rp-319-t.html).

 

2.3 Kendala e-commerce di Indonesia

            Meskipun
terdapat potensi yang sangat besar, perkembangan e-commerce sendiri bukan tanpa halangan. Penulis membagi masalah
tersebut ke dalam dua faktor. Pertama adalah faktor eksternal. Seperti yang
diungkapkan Kun Arief Cahyantoro, pegamat e-commerce
dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurutnya, salah satu hal yang dapat
menghambat perkembangan e-commerce di
Indonesia adalah keengganan masyarakat untuk mulai melakukan transaksi online. Dari data yang diperoleh pada
2015, ada 80% pengguna internet hanya mengecek harga tanpa
melakukan transaksi. Selain itu, masih ada 60,9% pengguna internet yang masih
takut melakukan transaksi.

Tak hanya itu, masalah keamanan juga membuat
penggguna internet enggan untuk berbelanja online.
Selain itu, masih cukup banyak pengguna internet yang masih ingin merasakan
transaksi secara konvensional. Terdapat 21,5% pengguna internet yang tidak
ingin membeli barang tanpa merasakannya terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan
untuk memastikan barang yang dibeli benar-benar sesuai dengan pemesanan (http://m.liputan6.com/tekno/read/2442447/ini-tantangan-e-commerce-indonesia-di-2016).

            Sebaliknya,
faktor internal datang dari pelaku UMKM itu sendiri. Penerapan e-commerce di
Indonesia masih harus menempuh jalan yang panjang dan berliku. Berbagai
hambatan yang ada dalam penerapannya dapat berupa teknis dan non-teknis yang
kesemua itu membutuhkan kerjasama yang utuh antara pemerintah, pengembang dari e-commerce, pebisnis dan para konsumen
pemanfaatnya. Salah satunya adalah infrastruktur pemerataan internet ke seluruh
daerah di Indonesia yang belum optimal.

Kurangnya SDM Indonesia
yang mampu menguasai sistem e-commerce,
yang dapat menguasai secara teknis dan non-teknis seperti sistem perbankan,
lalu lintas perdagangan dan sistem hukum yang berlaku. Salah satu alasan yang
cukup utama yaitu masih kurangnya ketersediaan informasi, mulai dari buku-buku
referensi dan jurnal yang membahas tentang e-commerce.
Juga sarana pendidikan, seminar dan workshop
terkait e-commerce.

            Terakhir, masalah online payment juga menjadi salah satu
halangan yang dihadapi pasar e-commerce
di Indonesia. Terlebih, saat ini sudah dimulai era pasar terbuka dengan
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kebutuhan akan pembayaran digital yang lebih
aman jelas dibutuhkan. Lembaga perbankan pemerintah seharusnya dapat mengatasi
masalah teknis terkait e-payment yang
mudah dilakukan oleh masyarakat pedesaan sekalipun. Menurut data Kompas, hanya
ada 60 juta orang Indonesia yang memiliki rekening dari total penduduk yang ada
(http://www.bisniskeuangan.kompas.com).

 

2.4 Inovasi Produk

            Definisi mengenai pengertian inovasi
produk menurut Myers dan Marquis dalam Kotler (2007:36) menyatakan bahwa
inovasi produk adalah gabungan dari berbagai macam proses yang saling
mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain. Jadi, inovasi bukanlah konsep
dari suatu ide baru, penemuan baru atau juga perkembangan dari suatu pasar yang
baru saja, tetapi inovasi merupakan gambaran dari semua proses-proses tersebut.
Beberapa indikator dari inovasi produk, yaitu:

a. Perluasan lini (line extensions) yaitu produk yang
dihasilkan perusahaan tidaklah benar-benar baru tetapi relatif baru untuk
sebuah pasar.

b. Produk baru (me too – product) yaitu produk baru bagi
perusahaan tetapi tidak baru bagi pasar.

c. Produk
benar-benar baru (new – to – the – world – product) adalah produk yang
termasuk baru baik bagi perusahaan maupun pasar.

Dalam kasus ini, e-keraktelor tidak
merubah produk baik dari rasa maupun bentuk sehingga tetap terjaga keaslian
makanan tradisional Betawi tersebut. E-keraktelor hanya memainkan pola inovasi
pada pemasaran berbasis online dengan
metode delivery order dan inovasi
pada topping produk, pola pengemasan
yang menarik, dan penambahan unsur kearifan lokal (logo, kemasan, pakaian
karyawan) dengan tujuan pelestarian budaya.

 

2.5 Optimalisasi

            Dalam
beberapa literatur manajemen, tidak dijelaskan secara tegas pengertian
optimalisasi, namun dalam Kamus Bahasa Indonesia, W.J.S. poerdwadarminta
(2008:753) dikemukakna bahwa : “Optimalisasi adalah hasil yang dicapai sesuai
dengan keinginan, jadi optimalisasi merupakan pencapaian hasil sesuai harapan
secara efektif dan efisien”. Optimalisai banyak juga diartikan sebagai ukuran
dimana semua kebutuhan dapat dipenuhi dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.

Menurut
Winardi (2007:363) Optimaslisai adalah ukuran yang menyebabkan tercapainya
tujuan sedangkan jika dipandang dari sudut usaha, Optimalisasi adalah usaha
memaksimalkan kegiatan sehingga mewujudkan keuntungan yang diinginkan atau
dikehendaki. Dari uraian tersebut diketahui bahwa optimalisasi hanya dapat
diwujudkan apabila dalam pewujudannya secara efektif dan efisien. Dalam
penyelenggaraan organisasi, senantiasa tujuan diarahkan untuk mencapai hasil
secara efektif dan efisien agar optimal.

 

2.6 Potensi Lokal

            Potensi
dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam di
dalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesutau kekuatan nyata dalam
diri sesuatu tersebut (Wiyono, 2007:37). Pendek kata, potensi lokal adalah
kekuatan terpendam yang belum dimanfaatkan, bakat tersembunyi, atau
keberhasilan yang belum diraih dari suatu tempat padahal sejatinya mereka
mempunyai kekuatan untuk mencapai keberhasilan tersebut.

Dalam konteks penelitian
ini, potensi lokal yang dimaksud adalah kerak telor. Dimana kerak telor
merupakan makanan tradisional Betawi atau daerah Jakarta dan sekitarnya.
Potensi lokal tersebut akan dikemabangkan dengan metode pemasaran digital,
sehingga akan terwujud nilai kearifan lokal yang dikelola secara optimal.
Tujuannya adalah selain untuk memperoleh keuntungan dari bisnis, juga untuk
memperkenalkan kembali kerak telor terhadap kalangan modern khususnya generasi
muda yang (mungkin) tidak mengetahui budaya tersebut.

 

2.7 Pasar Global

Peluang pasar global mengacu pada
kombinasi keadaan yang menguntungkan, lokasi, atau waktu yang menawarkan
prospek untuk ekspor, investasi, sumber, atau bermitra di pasar luar negeri
(Cavusgil, Knight dan Riesenberger, 2008). Peluang bisnis global meliputi:

• Memasarkan produk dan jasa;

• Pengadaan bahan baku atau komponen, jasa dengan biaya yang lebih
rendah atau kualitas unggul;

• Memasuki pengaturan kolaboratif dengan mitra asing

 

2.8 Kerangka Pemikiran

Menurut Uma Sekaran (2009), mengemukakan
bahwa kerangka pemikiran merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan
dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kerangka pemikiran yang baik akan menjelaskan secara teoritis hubungan antara
variabel independen dan dependen.

x

Hi!
I'm Freda!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out