a) dan berubah karena adanya komunikasi dan hal

a) Definisi dari masing-masing konteks komunikasi1) Komunikasi Intrapersonal : Komunikasi yang terjadi di mana diri sendiri menjadi komunikator sekaligus menjadi komunikan sehingga hanya terjadi komunikasi di dalam diri. Contoh nya ketika kita berbicara pada cermin. Hubungan antara diri dengan komunikasi ialah diri terbentuk dan berubah karena adanya komunikasi dan hal tersebut dilakukan sepanjang hidup kita. 2) Komunikasi Interpersonal : Komunikasi yang terjadi di mana terdiri atas satu orang komunikator dan satu orang komunikan, dimana berlangsung secara langsung atau dengan cara bertatap muka antar individu. Dalam komunikasi interpersonal, individu yang satu menganggap individu lainnya adalah pribadi atau dirinya sendiri, bukan sebagai suatu objek, sepeti halnya benda, yang memungkinkan terjadinya hubungan yang intim. Individu lain atau komunikan pasti akan memberikan respon baik itu secara verbal maupun non verbal.3) Komunikasi Kelompok : Komunikasi yang terjadi dalam sekelompok yang mempunyai kesamaan tujuan, yang merasa tergabung dalam kelompok, dan memberikan pengaruh satu sama lain.4) Komunikasi Organisasi : Komunikasi atau interaksi yang dibutuhkan antarsesama untuk megerahkan suatu kelompok menuju serangkaian tujuan bersama.  Eisenberg, 2010 : 4 Komunikasi Organisasi cenderung dapat diprediksi mengenai apa yang akan dibahas5) Komunikasi Publik : Proses desiminasi (penyebaran) informasi dari satu orang ke banyak orang (audience) dan bersifat fleksibel, yang artinya tidak ditujukan secara spesifik informasi tersebut untuk siapa tetapi meluas.6) Komunikasi Antarbudaya : komunikasi atau interaksi antara individu dengan budaya yang berbeda. Sebagaimana contoh, saya berkomunikasi dengan orang Jepang, artinya saya berkomunikasi dengan seorang komunikan yang berbeda budayanya dengan saya, baik dari segi bahasa, adat, seni, dan lain-lain. Semakin banyak perbedaan budaya, semaki banyak kendala yang harus diatasi.b) Karakteristik dari masing-masing konteks.1) Komunikasi Intrapersonal : Komunikasi intrapersonal hanya terdiri dari satu individu yang berperan sebagai komunikator dan komunikan. Individu tersebut membutuhkan media yang dapat digunakan sebagai penghubung semisal cermin. Komunikasi intrapersonal bersifat bebas, dapat dilakukan kapan saja, serta pesan dan konteks kebahasaannya pun tidak begitu menentukan.2) Komunikasi Interpersonal : Komunikasi interpersonal mencirikan kedekatan suatu individu dengan individu lainnya sehingga membentuk sebuah hubungan yang kuat. Hubungan yang dijalin ini membuat komunikasi interpersonal tidak harus selalu menggunakan bahasa yang formal. Karena adanya hubungan yang intim ini, komunikasi intrapersonal biasanya membahas mengenai pengalaman pribadi, keluh kesah menyampaikan informasi dan lain-lain, serta terjadi transaksional antara individu satu dengan yang lainnya, yaitu saling bertukar informasi baik itu memberi maupun menerima informasi.3) Komunikasi Kelompok : Kelompok dibagi menjadi dua, ada yang besar dan kecil, sehingga komunikasinya pun sedikit berbeda. Dalam kelompok besar, tidak begitu besar pengaruh komunikator terhadap suatu individu apabila ia melakukan tindakan, cara bersikap, cara berperilaku, dan lain-lain. Sedangkan dalam kelompok kecil, komunikator secara langsung dapat mengutarakannya kepada komunikan dengan jelas, sehingga timbul timbal balik secara verbal.4) Komunikasi Organisasi : Komunikasi organisasi sendiri melibatkan orang-orang yang berada pada lingkup yang sama serta memiliki tujuan yang sama. Pesan yang ditujukan pun harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh semua pihak dengan media tertentu, atau isinya dapat berupa tugas dan dapat diprediksikan. Bahasa yang digunakan pun menunjuk pada penggunaan bahasa yang formal sehingga dapat dipahami oleh semua pihak.5) Komunikasi Publik : Dalam komunikasi public, terdapat seorang pembicara dan audience yang banyak. Pembicara tersebut memiliki tanggung jawab untuk merencanakan dan menyiapkan apa yang akan ia bicarakan ke pada audience. Karena pembicara berkomunikasi dengan orang dalam jumlah banyak, hal tersebut menyebabkan minimnya interaksi di antara keduanya.6) Komunikasi Antarbudaya : Komunikasi antarbudaya biasanya menggunakan symbol atau media baik itu verbal maupun non verbal untuk membantu seorang individu dapat berkomunikasi dengan individu lainnya. Biasanya komunikator cenderung mengulang-ngulang pesan yang disampaikan agar dapat dipahami oleh komunikan. Komunikasi antarbudaya ini biasanya meninggalkan kesan yang berbeda dan mendalam dari komunikasi-komunikasi lainnya.2. a) Budaya adalah suatu konsep mengenai pengetahuan, ajaran, moral, seni, hukum, adat istiadat, dan segala kemampuan serta kebiasaan yang menyatu secara menyeluruh dan kompleks, yang dihayati oleh anggota-anggota dari suatu masyarakat. Tylor, 1871, dalam Ruben, Stewart, Householder, 2014 : 264 Menurut Ilmu Antropologi, Kebudayaan adaalah keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Koentjaraningrat, 2015 : 144. Walaupun dua kajian tersebut berbeda namun kedua sama-sama memiliki intisari yang sama, dimana kebudayaan melekat pada kehidupan masyarakat, Budaya selalu menampilkan sisi khasnya yang unik, sehingga setiap negara atau daerah memiliki budaya yang beragam dan memiliki daya tarik atau pesonanya sendiri. Setiap budaya pasti memiliki makna yang tersirat maupun tersurat, bukan hanya semata-mata budaya itu diciptakan, tapi memiliki maksud tertentu akibat dari penciptaannya itu. Di Indonesia, setiap daerah memiliki budayanya masing-masing. Karena budaya derah yang banyak dan hanya dimiliki oleh Indonesia ini, negara-negara lain mencirikannya sebagai negara akan kaya budaya. Budaya-budaya yang beragam bagaikan corak warna yang berbeda-beda yang apabila disatukan akan menjadi suatu gradasi warna yang indah. Sama halnya dengan kita yang patut saling menghargai akan perbedaan budaya, apabila kita bersatu tanpa memperhatikan budaya masing-masing maka akan terasa lebih indah dan tak ada kata berpecah belah. b) Komunikasi dengan budaya memiliki hubungan timbal balik. Bahkan disebutkan dalam pernyataan Edward Hall yaitu “Komunikasi itu Budaya. Budaya itu Komunikasi”. Mengapa demikian? Karena komunikasi dapat mempengaruhi budaya, begitu pula sebaliknya, budaya dapat mempengaruhi komunikasi. Sebagaimana contoh mengenai komunikasi dapat mempengaruhi budaya ialah, karena adanya komunikasi suatu kebudayaan terbentuk, seperti hal nya di era ini, karena cara bicara yang berbeda atau cara berkomunikasi yang berbeda maka ditetapkan suatu kebudayaan baru. Perilaku atau cara berkomunikasi yang sudah terpola tiba-tiba berubah di mana harus menyesuaikan dengan lingkungan yang ditempati sehingga membentuk kebudyaan baru bagi pribadi. Begitu pula yang budaya dapat mempengaruhi komunikasi ialah, karena setiap orang memiliki budaya yang berbeda-beda, kita mencoba berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda dengan kebudayaan tersebut sehingga timbulah suatu komunikasi yang dapat menyatukan mereka semua. Komunikasi dan budaya ini menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan akan terus berubah seiring dengan berjalannya waktu atau perkembangan zaman, mengingat dewasa kini teknologi pun semakin canggih sehingga orang-orang terus bergonta-ganti komunikasi serta kebudayaan. Komunikasi dan kebudayaan ini jangan sampai merujuk kearah yang negative. Akibat komunikasi yang buruk timbul kebudayaan baru, begitu pula sebaliknya, karena kebudayaan yang buruk timbul pula komunikasi yang baru, yang keduanya sama-sama tidak memberikan manfaat apapun bagi kita.c) “Komunikasi itu Budaya. Budaya itu Komunikasi” maksudnya adalah kesepakatan atau konvensi yang menjadi dasar dari komunikasi, terdapat dalam budaya, serta budaya dikreasikan, dibagikan, dan dipelihara melalui komunikasi. Sehingga pernyataan tersebut mengandung arti dari relasi atau hubungan antara komunkasi dan budaya. Dijelaskan dalam poin sebelumnya bahwa, sebuah komunikasi dapat membentuk kebudayaan, serta akibat dari keanekaragaman kebudayaan akhirnya membentuk sebuah komunikasi. Hal tersebut dilihat dari konteks yang berbeda. Bisa juga didefinisikan sebagai hanya manusia yang berbudaya yang dapat berkomunikasi, karena komunikasi dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianutnya. Kebudayaan awalnya membentuk dasar bagi kita agar dapat berkomunikasi dengan masyarakat lainnya. Kebudayaan seakan-akan menjadi buku pedoman bagi kita untuk berkomunikasi. Lalu komunikasi itu semakin lagi terbentuk apabila kita berada dalam suatu ruang lingkup baru dengan komunikasi yang beragam namun pasti. Istilah ini cocok bagi mahasiswa rantauan. Mahasiswa yang merantau pada awalnya menggunakan komunikasi berupa dialek budaya yang sudah melekat pada dirinya, Mahasiswa dari Jawa, Sunda, Batak, Makassar, Papua, dan masih banyak lagi memiliki dialeknya masing-masing. Namun seketika dialek itu berubah menjadi dialek baru setelah mahasiswa rantauan tersebut tinggal di daerah barunya semisal Jakarta. Hal ini disebabkan karena mahasiswa tersebut menempati ruang lingkup yang baru dan asing baginya, sehingga dia harus bisa menyesuaikan komunikasinya tersebut menjadi komunikasi yang baru yang mudah dipahami di lingkungannya.3. a) Menurut KBBI, teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengatahuan terapan; keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi diciptakan untuk membantu manusia memenuhi kebutuhannya. Saat ini, banyak teknologi-teknologi canggih yang menggiurkan kita. Betapa tidak, teknologi-teknologi tersebut dapat melakukan apa saja yang kita butuhkan. Kita dapat mencari media, hiburan, dan masih banyak lagi, membuat kita terlena akan teknologi. Bahkan teknologi saat ini sudah menjadi kebutuhan primer bagi kita. Yang paling terasa dampak dari teknologi ialah komunikasi. Hampir semua komunikasi sudah berbasis teknologi. Kita diberi kemudahan dalam menerima informasi baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun karena kemudahan itulah, banyak pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kemudahan ini untuk melakukan perbuatan jahatnya. Banyak informasi-informasi yang tidak akurat serta informasi yang seharusnya  tidak dipublikasikan muncul begitu saja akibat kemudahan teknologi ini. Contohnya ialah sarana untuk plagiarisme dan menciptakan berita hoaks. b) Teknologi komunikasi mempunyai berbagai tipe. Yang pertama,  teknologi massa. Teknologi komunikasi massa digunakan karena jumlah orang yang terbilang banyak sehingga dibutuhkan teknologi dimana semua orang dapat menerima informasi yang sesuai dengan apa yang didapatkan. Sayangnya, teknologi komunikasi massa ini hanya dapat menjalankan komunikasi satu arah, karena banyaknya audience yang mendapat informasi.  Teknologi komunikasi massa sendiri terdiri atas televisi, radio, surat kabar, dan lain-lain. Yang kedua, teknologi komunikasi kelompok dan organisasi. Teknologi komunikasi kelompok dan organisasi yang berbeda hanyalah jumlah orang-orang yang dituju, namun jumlah nya masih sangat jauh dibandingkan jumlah orang-orang yang dibutuhkan di teknologi komunikasi massa. Teknologi komunikasi kelompok dan organisasi berupa telepon, majalah dinding atau biasa dikenal mading, mailing group, teknologi komunikasi sosial, dan lain-lain. Yang ketiga, teknologi komunikasi interpersonal. Teknologi komunikasi interpersonal merupakan teknologi yang mampu menyampaikan dan menerima pesan, serta teknologi tersebut bisa menjadi wadah untuk berkomunikasi secara transaksional dan dapat bertukar informasi. Teknologi komunikasi interpersonal ini yaitu telepon, surat pribadi, email, dan lain-lain. Yang terakhir, teknologi komunikasi intrapersonal. Karena ditujukan pada diri sendiri, teknologi ini menjadi wadah bagi komunikator untuk menyampaikan segala isi hatinya. Teknologi komunikasi intrapersonal seperti buku harian atau diary, perekam suara atau recorder, PDA, cermin, dan lain-lain. Karena banyaknya tipe yang dimiliki teknologi komunikasi, menjadikan hal tersebut sebagai suatu keunikan disbanding teknologi lainnya.c) Sebagai pengguna teknologi tentu kita dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang ada, terutama komunikasi. Komunikasi dapat dengan mudah kita akses di mana saja dan kapan saja. Teknologi-teknologi komunikasi ini dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi kita sebagai pengguna teknologi serta memberikan peluang untuk kita lebih maju. Salah satu contooh mudahnya ialah, apabila kita senang sekali menggunakan teknologi komunikasi intrapersonal seperti buku harian atau biasa dikenal diary, kita dapat mencurahkan segala isi hati kita di dalamnya sehingga hati kita merasa lebih lega. Hal tersebut menjadi pengaruh baik karena kita sekaligus berlatih menulis agar tulisan kita semakin bagus setiap harinya. Namun teknologi komunikasi ini juga dapat menjadi tantangan bagi kita. Pasalnya banyak sekali beredar kasus hoaks atau informasi palsu. Orang-orang saat ini sangat menyenangi membaca berita, namun karena disibukkan dengan jadwal, mereka mencari informasi yang dapat mereka akses setiap saat. Hal ini menjadi jalur emas bagi para pihak yang tidak betanggung jawab. Banyak pihak yang mencari keuntungan melalui informasi hoaks ini, sehingga mereka menikmati hasil untung yang banyak. Lalu dalam dunia pendidikan, menjadikan akses bagi mereka para pencari gelar tinggi untuk berbuat curang dengan cara plagiarisme. hal tersebut harus diberi tindak pidana karena menyalahi aturan dengan mengakui hasil orang lain sebagai hasil karyanya. Kita sebagi pengguna tekonologi harus berhati-hati terhadap hal-hal yang buruk. Pastikan kita mengecek terlebih dahulu segala sesuatunya dan jangan pernah tergiur dengan sesuatu yang instan walaupun kita dewasa ini sudah dimanjakan dengan teknologi yang canggih sedemikian rupa.

x

Hi!
I'm Freda!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out